Algoritma

Algoritma merupakan urut-urutan atau langkah-langkah logis untuk menyelesaikan suatu masalah. Langkah-langkah tersebut dapat berupa runtunan aksi, pemilihan aksi dan pengulangan aksi. Suatu algoritma harus memiliki ciri-ciri penting , yaitu:

  • Algoritma harus berhenti
  • Setiap langkah harus tepat dan tidak bermakna ganda (ambiguous)
  • Algorima memiliki nol atau lebih masukan (input)
  • Algoritma memiliki nol atau lebih keluaran (output)
  • Algoritma harus sangkil (efektif)

Algoritma dapat dinyatakan dengan dua cara yaitu :

  1. Penulisan biasa atau Pseudocode
  2. Penulisan dengan notasi atau Flowchart

 

  1. Pseudocode

Merupakan salah satu cara menyatakan algoritma dengan menggunakan uraian dalam bentuk kata-kata yang mirip dengan kata-kata yang digunakan dalam bahasa pemroggraman.

2. Flowchart

Flowchart merupakan notasi untuk mempermudah menyatakan algoritma, yaitu dengan menggunakan gambar atau simbol. Banyak manfaat yang bisa kita peroleh apabila kita sering menggunakan flowchart dalam mengembangkan prosedur pemecahan masalah komputasi. Pertama, kita akan erbiasa berfikir secara sistematis dan terstruktur dalam setiap kesempatan. Kedua, dengan menggunakan flowchart, kita akan lebih mudah mengecek dan menemukan bagian-bagian  prosedur yang tidak valid dan bertele-tele. Beberapa simbol  yang sering digunakan dalam flowchart adalah sebagai berikut:

 

Contoh algoritma merebus air.

1. Psedocode merebus air.

1. Masukkan air kepanci

2. Taruh panci diatas tungku

3. Nyalakan api

4. Tunggu sampai mendidih

5. Matikan api

2. Flowchart merebus air.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s