Gaya Pongah Intel Tentang Chip Mobile

New York – CEO Intel mementahkan spekulasi adopsi teknologi pembuat chip terbesar dunia ARM Holding guna membuat chip mobile. Selain itu, Intel mengejek teknologi ARM sudah basi.

Sejauh ini, Intel gagal membuat prosesor untuk smartphone dan tablet yang tengah hangat di pasar. Di sisi lain, chip berteknologi ramah baterai rancangan ARM Holdings Inggris dengan cepat menjadi standar.

Beberapa ahli mengatakan, arsitektur Intel yang awalnya ditujukan untuk personal computer (PC), secara inheren sulit beradaptasi untuk membuat chip seluler. Intel pun harus melisensi teknologi ARM. Namun saran itu ditolak CEO Paul Otellini saat berada di ajang investor tahunan perusahaan di Santa Clara, California.

“Tak ada manfaatnya terikat pada ARM. Membayar royalti pada ARM akan menurunkan keuntungan Intel. Kita bisa melakukan yang lebih baik,” ujar Otellini. Eksekutif Intel ini mengaku, konsumen di China dan pasar baru lain yang membeli PC untuk pertama kalinya mendorong pertumbuhan sehat bisnis inti perusahaannya.

Otellini menegaskan, penjualan unit PC akan meningkat dalam doble digit tahun ini. Saham Intel melonjak 19% sejak rekor penghasilan triwulanan perusahaan itu yang dengan mudah mengalahkan ekspektasi 19 April.

Namun, para investor tetap khawatir tentang penjualan PC dan industri kelas berat seperti Hewlett-Packard akan memangkas pendapatan keseluruhan Intel. Saham Intel ditutup saat turun 0,38% pada US$23,55 (Rp202 ribu).

Chip Intel merupakan otak 80% PC dunia. Intel bergegas meningkatkan konsumsi daya prosesor mobile-nya dengan chip baru untuk tablet dan smartphone. Untuk menempatkan chip mobile canggih di pasar dengan lebih cepat, Otellini mengatakan, Intel akan meningkatkan laju penerapan teknologi manufaktur baru.

Saat ini, Intel mengadopsi teknologi manufaktur baru tiap dua tahun sekali. Bulan ini, Intel ‘membungkus’ teknologi transistor generasi mendatang pada chip mikronya untuk memberi keuntungan signifikan pada tablet dan smartphone.

Dalam hal ini, Qualcomm, Texas Instruments dan Nvidia merupakan pemain kunci yang digunakan ARM. Intel mengklaim proses manufaktur baru ‘3D’ miliknya bisa meningkatkan kinerja sebesar 37% dengan sedikit penggunaan listrik.

Poin ini merupakan kunci penjualan ARM. “Teknologi proses menjadi salah satu elemen penting agar Intel bisa menang. Hal ini juga merupakan keuntungan besar,” ujar analis Hans Mosesmann Raymond James.

Saat di Summit Technology, CEO ARM Warren East mengatakan, gerak Intel ke teknologi 3D tak akan mempengaruhi rencana kemitraan ARM untuk memproduksi chip yang lebih kecil dan lebih kuat.

Keprihatinan mengenai kurangnya kemajuan Intel di segmen mobile berdampak pada sahamnya yang menjadi jauh lebih murah dibanding rekan-rekannya, seperti Texas Instruments dan Advanced Micro Devices.

Pasar chip mobile masih kecil dibanding bisnis prosesor Intel PC namun investor berharap pasar ini tumbuh cepat. Smartphone yang menggunakan chip baru Intel, Medfield, akan dijual awal tahun depan, kata Otellini.

“Dengan Medfield, kami memiliki kekuatan untuk masuk ke pangsa ponsel. Kami bekerjasama beberapa pelanggan dan mulai berharap mengalami peningkatan pendapatan menjelang akhir tahun ini,” ungkap CFO Intel Stacy Smith.

Pada April, Intel memperkenalkan chip baru untuk tablet dengan nama kode Oak Trail. Chip ini kabarnya akan digunakan pada lebih dari 35 tablet yang akan rilis serta perangkat komputer hibrida buatan Fujitsu dan Lenovo. [mdr]

Sumber: Teknologi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s