5 Pejuang Cilik Kesehatan Jebolan Dokter Cilik Award

5 pejuang cilik kesehatan. (Foto: Indah Nurcahyani)

KESEHATAN anak menjadi masalah serius yang perlu ditangani. Karenanya, menggandeng mereka untuk lebih peduli dengan kesehatan menjadi solusi efektif, salah satunya dengan pemilihan Dokter Kecil yang melingkup tingkat SD.

Mengajarkan anak-anak untuk peduli kesehatan sejak dini, memang sangat penting. Pasalnya, permasalahan kesehatan yang menjangkit anak dan keluarga di Indonesia selalu menghantui. Diare adalah salah satu penyakit yang termasuk penderitanya tinggi di beberapa daerah di Indonesia.

Hasil kajian Morbiditas Diare di Masyarakat 2010 menunjukkan angka kesakitan diare pada semua golongan umur masih tinggi rerata 411 per 1.000 penduduk. Padahal, masalah kesehatan tersebut dapat diatasi dengan membiasakan hidup sehat sebagai budaya sehari-hari. Menurut catatan Badan Kesehatan Dunia (WHO), diare membunuh 2,5 juta balita di dunia setiap tahun.

Selain diare, salah satu masalah kesehatan yang biasa terjadi pada anak usia sekolah yakni cacingan. Hasil survei kecacingan oleh Ditjen P2PL menyebutkan 31,8 persen siswa SD mengalami kecacingan. Kerugian Ekonomi akibat kecacingan (kehilangan karbohidrat, protein, anemia, dan produktivitas) mencapai Rp177 miliar per tahun.

Permasalahan tersebut tentu tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata dan perlu mendapat dukungan dari individu.

PT Unilever Indonesia bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menghelat Dokter Cilik Award yang menjadi upaya strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan siswa usia tingkat SD melalui pendekatan teman sebaya. Dalam ajang ini, anak-anak dipersiapkan menjadi penggerak hidup bersih dan sehat baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat sekitarnya.

Amalia Sarah Santi selaku Senior Brand Manager Lifebuoy PT Unilever Indonesia mengatakan pemilihan Dokter Kecil Award adalah bentuk apresiasi yang diberikan kepada dokter kecil.

“Keikutsertaan mereka akan menjadi kebanggaan bagi wilayah setempat. Dengan kebanggaan tersebut diharapkan bisa diwujudkan mereka dalam aksi di mana mereka menjadi agen perubahan di daerahnya masing-masing,” katanya dalam konferensi pers Dokter Kecil Award, belum lama ini.

Dalam lingkup kecil, kemenangan para Dokter Kecil Award juga menjadi inspirasi bagi orang sekelilingnya.

“Mereka bisa menjadi inspirasi bagi adik kelasnya, agen perubahan untuk orang sekeliling seperti keluarga, teman-teman, dan masyarakat secara luas. Apresiasi itulah yang diharapkan,” jelasnya.

Ajang Dokter Kecil Award 2011 ini menjaring 35 finalis yang berasal dari 21 provinsi di Indonesia. Pada Kamis (22/9) di Balai Samudra, Kelapa Gading, Jakarta lalu, penyelenggara memutuskan lima dokter kecil terbaik yang berasal dari lima propinsi.

Pemenang pertama, Muhammad Ghifari Karsa(SDN 16 Banda Aceh, DI Aceh); pemenang kedua, Safira Farah Yoladifa (SDN Sukadamai 3 Jawa Barat); pemenang ketiga, Widad Sekar Putri Rinardi (SDN Banjaran 4 Kediri-Jawa Timur); pemenang keempat, Cika Radezky (SDS Namira Medan-Sumatera Utara); dan pemenang kelima, Nadia Annisa-SD Pertiwi Makassar (Sulawesi Selatan).

Semoga bermanfaat guyz . . .🙂

Sumberipun saking :: Okezone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s